Tuesday, June 27, 2017

Delmira 5

"Mas..."
"Hmm?"
"Bagaimana kalau pernikahan kita tunda dulu?" tanyaku.
Jujur aku ga mau untuk mengatakan itu, tapi aku takut, aku takut bahwa pernikahan kami tidak baik buat kita berdua, setelah melewati begitu banyak kejadian sebelum pernikahan kami, aku takut itu adalah sebuah pertanda.

Sunday, June 25, 2017

Delmira 4

Ah... kepalaku pusing sekali... dimana ini? Sshh... punggungku pun juga sakit sekali.
Blamm... terdengar suara pintu mobil tertutup, disusul dengan suara mesin mobil yang dihidupkan. Apa aku didalam mobil? Bagaimana mungkin? Aku kemudian merasa sesuatu yang dingin menyetuh kulit tanganku, seperti besi? Dengan susah payah aku berusaha menyibakkan kain yang berada diatas kepalaku dengan tanganku, ah tanganku sakiit. Aku seketika kaget, ya ampun aku di keranda mayat? Ga salah lagi, Tomi pasti membawaku dengan mobil jenazah. Kemudian tiba-tiba sirine mobil ambulan pun berbunyi.

Delmira 3

Aku terbangun, semua tampak begitu kabur, aku hanya bisa melihat satu persatu lampu yang berlalu bergantian diatasku, bukan, bukan lampunya yang bergerak, tapi aku, aku rasakan tubuhku terbaring di sebuah ranjang, ranjang emergency, ranjang itu membawaku menyusuri lorong, aku melihat beberapa orang mengenakan pakaian serba putih, sepertinya mereka adalah perawat, ah aku pasti dirumah sakit, salah satunya seperti membawa sesuatu, mungkin itu botol infus, tapi kenapa aku sudah diinfus? Apa sebelumnya aku sudah sempat dirawat? Aku juga melihat laki-laki disamping kanan dan kiriku, mereka tidak mengenakan pakaian yang serba putih, mereka berdua sepertinya Raya dan Tomi, tapi aku tak bisa membedakan keduanya, semua tampak kabur dalam pandanganku, tetapi laki-laki disamping kananku, menggenggam tanganku erat, menunjukkan kekhawatirannya padaku. Ini pasti Raya, tebakku. Sekarang aku bisa merasakan tubuhku, dari sekujur tubuhku sungguh kurasakan perih yang sangat luar biasa, aku tak bisa menggerakkan satu pun dari bagian tubuhku, aku hanya bisa merintih kesakitan.

Delmira 2

Aku duduk menunggu di depan kamar Tomi bersama teman-teman Tomi. Panji sempat menanyaiku, bersama siapa aku datang tadi. Aku pun berkata dengan jujur, bahwa Raya adalah tunanganku. Tentu saja pasti Panji kaget karena yang dia tahu adalah aku pacaran sama Tomi. Karena toh tidak mungkin aku sok akrab dengan teman-teman Tomi, aku hanya bisa duduk menunduk dan menunggu sampai Raya keluar dari kamar Tomi. Beberapa menit kemudian Raya pun keluar, aku beranjak dari tempatku duduk, dan berjalan menghampirinya.

Delmira

Namaku Elmira, umurku 20 tahun, aku ingin menceritakan kisahku, kisah yang mungkin saja biasa bagi kalian semua, tapi kisah ini sangat berat dalam hidupku, dimana aku harus menentukan 1 pilihan dari 2 pilihan yang begitu sulit. Delima. Aku punya kekasih, namanya Raya, 5 tahun lebih tua daripada aku. Kita harus menjalin hubungan karena keluargaku berhutang pada keluarganya. Aku terpaksa harus menerimanya. Raya cowok yang baik, dia memperlakukan ku dengan baik. Aku juga selalu berusaha bersikap manis di hadapannya. Dan dia pun menunjukkan bahwa dia benar-benar menyayangiku. Namun, bukan itu permasalahannya. Dibalik hubungan kita, aku juga menjalin hubungan lain dengan temanku, Tomi, dia temanku satu jurusan di kampus dan kita dulu sekolah di SMA yang sama. Dia seniorku waktu aku di klub basket. Aku sangat menyukainya, dan sudah menjadi mimpiku agar bisa menjadi kekasihnya. Aku baru menjadi kekasihnya di semester 4 dan dia semester 6. Dia-lah yang menembakku dan tentu saja, aku tak mungkin menolaknya, walaupun aku tahu aku sudah punya sosok Raya.

Dan hari-hari terberatku pun dimulai.

Wednesday, February 26, 2014

Healing Incantation


"I was wasting all my life just thinking of you."


"It's over, I wish that i could take it back."


"You're breaking my heart."


"Stay with me or watch me bleed."


"Flower, Gleam and Glow. Let your power shine. Make the clock reverse. Bring back once what was mine."


"You call me a stranger, you say i'm a danger."


Friday, July 20, 2012

Untuk Ibu 2

Berhari-hari ibu jatuh sakit, badannya lemas dan beliau sering sesak napas, begitu kata bi Inah kepadaku. Karena aku sedang melanjutkan studiku di universitas di luar kota, otomatis aku tak bisa memantau kesehatan ibu setiap hari. Kata bi Inah ayah hanya pulang untuk makan malam di rumah bersama istri mudanya, tentu saja tak mungkin ayah melirik kondisi ibu.

Monday, June 25, 2012

Untuk Ibu

Hidupku sangatlah bahagia, sebagai anak tunggal serta mempunyai kedua orang tua yang serba kecukupan. Namun bukan itu bagian terbaik dalam hidupku. Sejak kecil mungkin semenjak umurku 5 tahun,  kedua orangtuaku selalu memperhatikanku. Setiap akhir pekan tepatnya, mereka meluangkan waktu sibuk mereka demi anak laki-laki semata wayang mereka ini. Mereka selalu mengajakku bertamasya di alam terbuka, untuk sekedar piknik atau jalan-jalan, mereka yakin dengan memilih tempat ini akan membuatku menjadi anak yang mandiri.  Walaupun mereka sangat memperhatikanku, mereka tidak pernah sekali pun

Friday, December 23, 2011

Ternyata Dia


“Hmm… mas… apakah...” belum sempat aku berkata, penjaga toko itu memotong.
“Ini didatangkan langsung dari Rusia hlo Mbak, makanya harganya segitu,” sahut mas-mas penjaga toko.
“Iya-iya mas, aku bisa beli kok, uang segitu saya punya. Hmm... Tapi mas, ngomong-ngomong, masih bisa kan dinego?” ujarku, aku kemudian merasa gelisah, uang di dalam tasku, tabunganku selama ini ga segitu banyaknya, tapi… Aduh, tapi aku ga tahan liat mata itu, tampak begitu mempesona, apalagi dia sekarang sedang menatapku… I love him.

Friday, August 5, 2011

Di Bulan Desember


Desember 2008
Semua orang entah itu wanita ataupun laki-laki, pasti ingin mendapatkan pasangan sesuai dengan tipe ideal-nya dan berharap pasangannya selalu mencintai kita dengan tulus, tapi waiittt! tunggu! Karena aku itu seorang putri, namaku sih, ingin rasanya jika dicintai oleh seorang pangeran berhati malaikat. Yup! Setiap wanita pasti menginginkannya, tapi sayang sekali, jangan terlalu bermimpi. Keliling dunia sekali pun, pasti sulit mendapatkan pasangan yang sempurna seperti itu. Tapi laki-laki yang tepat berada di sampingku ini, aku merasa dialah pangeran itu. Pangeran untukku. Akan tetapi...